Bullying bukan sekadar ejekan atau pukulan—ia luka yang membekas di hati, mengikis rasa percaya diri hingga orang merasa tak pantas untuk bahagia. Setiap kata kasar dan sikap merendahkan bisa jadi beban berat yang tak terlihat, membuat korban terpuruk dalam kesepian. Saat kita memilih diam, kita justru memberi ruang bagi bullying terus tumbuh. Mari hentikan rantainya, mulai dari diri sendiri: berkata baik, bersikap ramah, dan berani membela yang lemah.
Karena semua orang berhak merasa aman, diterima, dan dihargai apa adanya. Lingkungan tanpa bullying bukan sekadar mimpi, melainkan tanggung jawab kita bersama. Jangan remehkan kekuatan satu suara yang berkata “Stop!”—itu bisa menyelamatkan hidup seseorang.